
Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sebagai forum strategis memperkuat dan kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Whiz Jakarta pada tanggal 23-25 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 185 peserta yang terdiri dari pimpinan dan perwakilan FEBI dari berbagai perguruan tinggi.
Hadir membersamai dalam kegiatan ini antara lain Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar MA, Ph.D, dan Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi Prof. Dr. Amilin, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA., QIA., BKP., CRMP.

Prof. Dr. Ibnu Qizam, M.Si., Ak., CA. selaku Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah yang sekaligus sebagai ketua panitia mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi dari seluruh peserta Rakornas AFEBIS dan pembentukan konsorsium program studi 2026. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai jadwal.
Selanjutnya Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA. selaku Ketua Umum AFEBIS menyampaikan bahwa dalam Rakornas ini, salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah Pembentukan Konsorsium Program Studi. Pembentukan konsorsium ini dipandang penting sebagai langkah strategis untuk meperkuat jejaring akademik, meningkatkan mutu program studi dan membangun kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, dalam pembentukan konsorsium ini, peserta Rakornas juga akan membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan program studi, seperti penyelarasan dan pengembangan kurikulum, penguatan profil lulusan, peningkatan kompetensi dosen, pengembangan riset kolaborasi, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, lembaga keuangan syari’ah dan pemangku kepentingan lainnya.
Sementara Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag. selaku Dirjen Pendis Kemenag RI menegaskan bahwa ada 5 (Lima) Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam; Pertama, Program Ma’hadisasi, yaitu bahwa setiap kampus harus mempunyai ma’had, sehingga setiap mahasiswa harus bisa mengaji dan memahami fiqh Islam, baik fiqh ibadah, fiqh muamalah, dan lain-lain. Kedua, Program Double Degree, yaitu perlu adanya perjumpaan atau integrasi keilmuan, sehingga mahasiswa/lulusan dapat memiliki dua keilmuan dan ijazah sekaligus. Ketiga, Program Fast Track, yaitu program di mana mahasiswa sebelum menyelsaikan Program S1 biasa langsung lanjut S2, dan mashasiswa S2 sebelum lulus bisa langsung lanjut S3, sehingga mahasiswanya akan tetap terjaga. Keempat, Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), di mana pembukaan program studi di luar kampus utama pada kampus PTKI syaratnya harus memiliki fasilitas gedung perkuliahan sendiri, dan program studi muasalnya yang sudah terakreditasi unggul (A). Keenam, Program Reformulasi Pengembangan Prodi, dalam hal ini perlu adanya pengembangan prodi seperti prodi berbasis profesi, prodi berbasis vokasi, dan lain-lain.
Untuk melengkapi kegiatan Rakornas AFEBIS dan pembentukan konsorsium prodi 2026 juga diberikan materi tentang penguatan peran prodi dalam meningkatkan employability lulusan perguruan tinggi, di mana dalam paparannya Prof. Dr. Amilin, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA., QIA., BKP., CRMP selaku Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi menegaskan bahwa prodi jangan berhenti sebagai penyelenggara mata kuliah saja, prodi harus naik kelas menjadi pengelola ekosistem employability kampus, dari kurikulum OBE ke kompetensi kerja, ke sertifikasi, ke employability, hingga mobilitas kerier lulusan nasional dan global, sehingga menurut beliau ijazah saja tidak cukup, perlu memiliki banyak sertifikat profesi sebagai pendamping ijazah, sehingga memudahkan dalam mencari kerja.
FEBI UIN Raden Intan Lampung menjadi salah satu peserta yang aktif dalam forum tersebut, di mana kehadiran FEBI UIN RIL merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat kerja sama antar-fakultas dan antar-prodi dalam pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam di tingkat nasional maupun internasional.
Dekan FEBI UIN RIL Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far, S.Ag., M.H. menyampaikan bahwa pembentukan konsorsium program studi merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem akademik yang lebih kolaboratif. “Konsorsium program studi diharapkan tidak hanya menjadi forum komunikasi, tetapi juga menjadi wadah nyata untuk membangun kolaborasi akademik, meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat penelitian dan publikasi, serta menghasilkan berbagai inovasi yang relevan dengan perkembangan ekonomi dan bisnis Islam”. Menurutnya tantangan pendidikan tinggi saat ini semakin kompleks, di mana program studi tidak cukup hanya meningkatkan kualitas internal, melainkan juga perlu membangun jejaring dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan stakeholder. Kolaborasi merupakan kebutuhan bersama, sehingga dengan adanya konsorsium, program studi dapat saling berbagi pengalaman, berbagi sumber daya dan berbagi inovasi, sehingga pengembangan FEBI dapat berjalan kuat dan berkelanjutan.
Selain itu dalam Rakornass juga dibahas pentingnya penguatan peran AFEBIS sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi strategis bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). FEBI diharapkan mampu menjadi penghubung antar-fakultas dalam merespons perkembangan pendidikan tinggi, transformasi digital, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika ekonomi dan bisnis Islam. Sehingga pembentukan konsorsium program studi nantinya diharapkan dapat mendorong berbagai program bersama, seperti seminar dan konferensi nasional maupun internasional, penelitian kolaboratif, publikasi bersama, pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, visiting lecturer, pengembangan bahan ajar dan berbagai kegiatan lainnya.
Rakornas AFEBIS juga menghasilkan sejumlah rekomendasi dan komitmen untuk menindaklanjuti pembentukan konsorsium melalui penyusunan struktur kelembagaan, keanggotaan, program kerja dan agenda kolaborasi antar-konsorsium program studi. Melalui kolaborasi yang lebih terstruktur, AFEBIS diharapkan mampu mendorong lahirnya program-program akademik yang inovatif, adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan ekonomi nasional maupun global.

