
Bandar Lampung, 10 Juli 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung berkolaborasi dengan Universiti Geomatika Malaysia mengadakan acara International Community Service yang digelar pada 10 Juli 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus UIN Raden Intan Lampung dengan peserta yang berasal dari empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A., Dekan FEBI UIN Raden Intan Lampung, yang menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif mahasiswa dari berbagai negara. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memajukan pendidikan dan menciptakan pemimpin masa depan yang berwawasan global. Prof. Tulus juga menyoroti tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kepemimpinan dan kolaborasi internasional dalam konteks pendidikan dan ekonomi Islam.


Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Prof Datuk Sr. Dr. Mohaizi bin Mohamad, President of University Geomatika Malaysia, yang membawakan materi tentang “Instructional Leadership in Education Perspective”. Beliau menguraikan bagaimana kepemimpinan yang efektif dalam pendidikan dapat menginspirasi dan memotivasi para pendidik serta peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi.
Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Abaidullah bin Mustaffa dari Universiti Geomatika Malaysia dengan topik “Introduction to New Green Entrepreneurship Business Paradigm”. Dalam paparannya, Prof. Abaidullah menjelaskan paradigma bisnis baru yang berorientasi pada kewirausahaan hijau yang mengutamakan keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
Prof. Dr. Anwar Radiamodaa dari Mindanao State University, Filipina, menjadi narasumber berikutnya dengan materi “Sustainable Development Goals (SDG) and Green Entrepreneurship in Sharia Perspective”. Beliau menyoroti bagaimana tujuan pembangunan berkelanjutan dapat selaras dengan prinsip-prinsip syariah dan mendorong kewirausahaan hijau.
Selanjutnya, Prof. Jawad Salic dari Mindanao State University, Filipina, memaparkan tentang “Green Marketing, Target Market, Promotional Strategies & Excellent Service”. Materi ini memberikan pemahaman tentang bagaimana memasarkan produk hijau, menentukan target pasar, strategi promosi, dan layanan yang unggul.
Prof. Shahid Manalongdong, juga dari Mindanao State University, Filipina, dan Dr. Arifeen Yama dari Chulalongkorn University, Thailand, menutup rangkaian sesi dengan materi tentang “Digital Marketing (Students Group Discussion on Business Proposal)”. Dalam sesi ini, para mahasiswa diajak berdiskusi dan mempresentasikan proposal bisnis mereka dengan menggunakan strategi pemasaran digital.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru serta menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide inovatif dalam bidang kewirausahaan hijau dan berkelanjutan, sejalan dengan tantangan global saat ini. International Community Service ini juga memperkuat hubungan antar universitas di kawasan Asia Tenggara, memfasilitasi pertukaran ilmu dan pengalaman antar mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara.
Selain sesi utama, acara ini juga diisi dengan diskusi panel dan sesi tanya jawab yang interaktif, memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bertukar pandangan dan pengalaman. Para mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina bersemangat mengikuti setiap sesi, menunjukkan semangat dalam memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang pendidikan dan kepemimpinan.
Kegiatan International Community Service ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga mempererat hubungan antara institusi pendidikan di berbagai negara. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat terjalin kerjasama yang lebih erat di masa depan dalam rangka memajukan pendidikan dan menciptakan pemimpin yang kompeten dan berintegritas.
(DS)