• PROGRAM STUDI
    • EKONOMI SYARIAH
    • PERBANKAN SYARIAH
    • AKUNTANSI SYARIAH
    • MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
  • INFORMASI FAKULTAS
    • BERITA
    • ACARA
    • PENGUMUMAN
  • ALUMNI
    • Berita Alumni
    • Career Fair International
    • Layanan Karir
    • Lowongan Pekerjaan
    • Tracer Study
    • Employer Study
    • Komunitas Alumni
  • GUGUS MUTU
    • LEMBAGA PENJAMIN MUTU
    • PANDUAN PENJAMINAN MUTU
    • LAPORAN PENJAMIN MUTU
    • AKREDITASI EKONOMI SYARIAH
    • AKREDITASI PERBANKAN SYARIAH
  • INSTRUMEN SURVEI
    • Instrumen Survei Pemahaman Visi Misi Fakultas
    • Instrumen Survei Layanan Akademik
    • Instrumen Survei Kepuasan Dosen terhadap Pengelolaan SDM
    • Instrumen Survei Kepuasan Tendik terhadap Pengelolaan SDM
    • Instrumen Survei Kepuasan Sarana dan Prasarana
    • Instrumen Survei Kepuasan Pengguna Lulusan
    • Instrumen Survei Kepuasan Mitra Kerjasama
    • Instrumen Survei Kepuasan Mitra Pengabdian kepada Masyarakat
  • INT CONFERENCE
  • HELP DESK
    • PPID Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
  • Beranda
  • Profil FEBI
    • Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis
    • Core Values
    • Tata Nilai
    • Sejarah FEBI
    • Struktur Organisasi
    • TATA PAMONG, TATA KELOLA, DAN KERJASAMA
    • KEBIJAKAN MUTU
    • Akreditasi
    • SOP Fakultas
    • Job Desk
    • Daftar Dosen
    • Daftar Tenaga Kependidikan
    • Fasilitas
  • Pendidikan
    • Pendaftaran
    • SIARIL
    • E-LEARNING
    • Perpustakaan Digital
    • REPOSITORY
    • Download Form Pelayanan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
    • Pusat Kajian
    • Unit Pendukung
    • Prestasi Mahasiswa
  • Penelitian dan PKM
    • Penelitian
    • Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Kerjasama
    • Dalam Negeri
    • Luar Negeri
  • Jurnal

Home » Berita » Profesor Gelar Mulia Dunia Akhirat

Profesor Gelar Mulia Dunia Akhirat

Gelar Profesor merupakan puncak pen­capaian akademik tertinggi yang diraih melalui proses panjang, dedikasi tinggi, integritas ilmiah dan kontribusi nyata dalam bi­dang keilmuan tertentu. Seorang Profesor bukan hanya sekadar gelar, tetapi simbol dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan pengorbanan, baik dari segi waktu, tenaga, pikiran hingga kesa­baran dalam menghadapi birokrasi dan tuntutan administrasi yang tidak ringan. Profesor juga tidak hanya mencerminkan keunggulan intelektual, tetapi juga komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks bangsa, kehadiran Profesor tentunya sangat penting, di mana mereka meru­pakan pemikir strategis, penjaga nalar publik dan pengawal moral intelektual dalam masyarakat. Sementara dalam Islam, amal yang tidak akan ter­putus setelah kematian salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Dalam hal ini, Seorang Profesor, melalui tulisan/pemikiran/karya-karyanya tentu memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari amal jariyah. Hal ini sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amal­nya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang men­doakannya”. Berdasarkan hadis ini jelas bahwa setiap ilmu yang diajarkan oleh seorang Profesor, setiap pemikiran yang mencerahkan dan setiap mahasiswa yang berhasil karena bimbingannya tentu merupakan investasi pahala yang akan terus mengalir. Hal ini juga sesuai dengan janji Allah dalam Surat Al-Mujadalah Ayat 11, bahwa Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dalam hal ini tentu seorang Profesor merupakan salah satu bagian dari orang-orang yang diberi ilmu tinggi, sehingga wajar kalau Allah mengangkat derajat mereka, yakni dengan memperbaiki ekonomi dan kehomatannya.

Untuk meraih gelar Profesor tidaklah mudah, tentuanya melalui perjuangan yang sangat pan­jang, yakni dimulai dari Pendidikan Dasar hingga Pendidikan Doktoral (S3), dilanjutkan dengan peng­abdian sebagai dosen atau peneliti, menghasilkan karya-karya ilmiah yang diakui secara nasional maupun internasional, serta melaksanakan pen­didikan dan pengajaran, yang semuanya sebagai bentuk menjalankan tugas tridharma perguruan tinggi secara konsisten. Belum lagi harus mengha­dapi ketatnya regulasi, keterbatasan fasilitas riset, hingga dinamika internal institusi.

Setelah gelar Profesor disandang, tentunya tang­gung jawab moral dan intelektual pun semakin besar, di mana Profesor diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan ilmu pengetahuan, pemikir strategis bangsa, dan pendidik yang mampu men­cetak generasi unggul. Profesor tidak cukup hanya berkontribusi melalui tulisan dan riset, tetapi juga bisa melalui keteladanan dalam berpikir, bersikap dan bertindak.

Demikian juga di tengah tantangan zaman, mulai dari krisis moral, degradasi lingkungan, hingga disinformasi, kehadiran Profesor sebagai public intellectual tentunya menjadi sangat penting, di mana mereka diharapkan tidak hanya hadir di ruang kelas dan jurnal ilmiah, tetapi juga hadir di ruang-ruang publilk untuk memberikan pence­rahan, membela kebenaran, dan mendorong arah kebijakan yang berpihak kepada kemaslahatan. Ingat, seorang Profesor itu setiap ucapannya adalah ilmu, dan setiap tindakannya adalah keteladanan. Maka seorang Profesor harus selalu berhati-hati dalam berucap, bersikap, berperilaku dan ber­tindak. Sebab setiap ucapan, sikap, tindakan dan perbuatannya akan menjadi dasar atau rujukan bagi masyarakat. Sehingga dalam setiap ucapan, sikap, perilaku dan tindakan atau perbuatannya harus selalu mendatangkan kemaslahatan, bukan justru menimbulkan masalah atau kemadharatan.

Oleh karena itu perjuangan menjadi Profesor tentunya merupakan wujud nyata cinta terhadap ilmu, lembaga, agama, maupun masyarakat, bang­sa dan negara. Sedangkan kontribusinya merupa­kan warisan intelektual yang bisa menghidupkan peradaban yang baik demi terwujudnya kebaha­giaan dunia dan akhirat. Maka sebagai Profesor tentunya tidak boleh berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi ia harus selalu menjadi pelopor dalam menciptakan inovasi, pembimbing generasi muda, menjadi suara moral dan intelektual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta untuk terus berkarya, memberi manfaat dan menjadi in­spirasi bagi sesama. Melalui karya dan keteladanan tentunya seorang Profesor sangat berperan penting dalam membangun peradaban yang berlandaskan ilmu dan nilai.

Untuk itu cara menghargai Profesor bukan hanya karena gelarnya, melainkan karena nilai-nilai luhur yang mereka perjuangkan dan korbankan. Jadilah Profesor yang tidak hanya dihormati karena gelar­nya, tetapi juga dikenang karena keteladanannya. Ingat, Ilmu tanpa amal adalah kesia-siaan, Gelar tanpa akhlak adalah kehampaan, Tetapi ilmu yang diamalkan adalah gelar yang disyukuri, Itulah jalan menuju kemuliaan dunia dan akhirat.

Semoga para Profesor senantiasa diberikan keberkahan dalam ilmunya, kekuatan dalam peng­abdiannya, keikhlasan dalam setiap langkahnya, dan ilmuanya pun senantiasa menjadi cahaya di dunia dan menjadi amal jariyah hingga akhirat. Wallahua’lam Bishawab.

Kontributor :

  1. Penulis : Prof.Dr.H.A.Kumedi Ja’far, S.Ag.,MH.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
   [email protected]
   +62 (721) 780887
   +62 (721) 780887

Layanan

  • Siakad
  • email: [email protected]

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam